Langsung ke konten utama

PRATIKUM INSTALLASI DAN JARINGAN KOMPUTER - ROUTING "STATIC ROUTE"




LAPORAN Ke-5
ROUTING-STATIC ROUTE

A.   Tujuan
1.    Mahasiswa diharapkan mengenal dan memahami fungsi Router (perangkat routing) pada jaringan komputer.
2.    Mahasiswa diharapkan memahami proses Routing pada jaringan komputer.
3.    Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi PC Router dengan Default Gateway dan Static Route pada jaringan berbasis Windows.

B.   Alat dan Bahan
1.  Komputer (Pada kasus ini menggunakan Komputer dengan Sistem Operasi Windows 2000 Server atau 2003 Server)
2.  Kartu Jaringan (NIC) 2 buah atau lebih
3.  Kabel jaringan
4.  Switch

C.   Materi Teoritis
1.  Pengertian Router
Router adalah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain, menggunakan metode addressing dan protocol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut. Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki
banyak jalur diantara keduanya. Router-router yang saling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi untuk
menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari system ke system lain. IP tidak mengetahui jalur keseluruhan menuju tujuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router berikutnya yang menurutnya lebih
dekat ke host tujuan.

PC Router adalah Personal Computer (PC) yang digunakan sebagai
Router (routing) biasanya yang digunakan adalah PC – Multihomed yaitu Komputer yang memiliki lebih dari 1 NIC ( Network Interface Card).

Gambar 1 : PC Multihomed

2.  Routing
Routing (Perutean) merupakan cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Perutean secara static dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1)    Default Gateway
2)    Static Route

Penggunaan Default Gateway dan Static Route tersebut diatas dapat disesuaikan dengan kebutuhan pada saat mendesain suatu jaringan, apakah
route yang dibuat bersifat kompleks atau sederhana. Untuk desain route sederhana kemungkinan besar dapat digunakan dengan menggunakan default gateway. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks dapat kita menggunakan routing static atau kedua-duanya secara kombinasi yakni menggunakan dafault gateway dan static route pada titik-titik tertentu.
Perhatikan topologi jaringan berikut :
Gambar 2 : Routing pada dua segmen jaringan

Untuk kasus routing seperti topologi jaringan diatas, routing antar LAN A dan LAN B bisa dilakukan dengan default gateway. Host-host yang ada pada masing-masing segmen dapat melakukan komunikasi antar segmen dengan baik.
Perhatikan tabel routing dari PC Router A berikut :

Gambar 3 : Tabel Routing di Windows NT
Berikut penjelasan entri pada tabel:
-          127.0.0.0 Jaringan Loopback. Tiap datagram yang yang dikirim ke 127.0.0.0 akan dirutekan ke 127.0.0.1 dan direfleksikan balik.
-          192.168.1.0 Alamat jaringan (LAN A). Datagram yang ditujukan ke jaringan ini akan dirutekan melalui adapter 192.168.1.1.
-          192.168.1.1 Adapter Network (NIC1) pada router. Perhatikan data gram yang dikirimkan ke alamat ini akan dirutekan kembali ke Loopback.
-          192.168.1.255 Alamat Broadcast untuk jaringan 192.168.1.1. Broadcast akan dirutekan ke jaringan melalui adapter 192.168.1.1.
-          192.168.2.0 Alamat jaringan (LAN B). Datagram yang ditujukan ke jaringan ini akan dirutekan melalui adapter 192.168.2.1.
-          192.168.2.1 Adapter Network (NIC2) pada router. Perhatikan datagram yang dikirimkan ke alamat ini akan dirutekan kembali ke Loopback.
-          192.168.2.255 Alamat Broadcast untuk jaringan 192.168.2.1. Broadcast akan dirutekan ke jaringan melalui adapter 192.168.2.1.
-          224.0.0.0 Alamat multicast yang digunakan secara internal oleh WindowsNT.
-          255.255.255.255 Alamat Broadcast local (router tidak meneruskan broadcast ke jaringan lain).

Tabel routing terdiri atas entri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP Address. Kondisi tabel routing seperti gambar diatas sudah bisa meneruskan paket-paket data antar segmen LAN A dan LAN B .Pada kasus jaringan yang lebih kompleks, entri tabel routing default belum tentu cukup untuk melakukan perutean antara segmen-segmen jaringan yang ada, sehingga entri tabel routing perlu disempurnakan. Dengan Static Route hal itu bisa dilakukan.

Perhatikan topologi jaringan berikut :


Gambar 4 : Routing pada beberapa segmen jaringan

Dari topologi jaringan diatas, paket data dari segmen LAN A belum bisa diteruskan ke segmen LAN C, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, perlu dilakukan penambahan entri tabel routing pada Router A dan Router B agar seluruh host yang ada pada masing-masing segmen jaringan dapat berkomunikasi.

Membuat Tabel Routing Static
Bentuk perintah route pada Windows NT adalah sebagai berikut : route [command] [Destinatio] [mask/netmask] [gateway]
Route menerima empat option :
-        add menambahkan route ke tabel
-        delete menghapus route dari tabel
-        change mengubah routing pada entri tabel
-        print mencetak tabel routing

Destination adalah parameter optional yanyang menyebutkan alamat jaringan tujuan yang akan disebutkan pada entri tabel routing.
mask adalah netmask dari destination.
Gateway adalah parameter optional yang menentukan alamat IP dari gateway yang akan digunakan saat melakukan routing datagram ke tujuan.

Pada topologi jaringan diatas, entri tabel routing pada Router A dan Router B harus ditambah dengan Static Route agar host pada segmen A dapat berkomunikasi dengan host segmen B.
Pada Router A, tambahkan static route :
C:> route add 192.168.2.0 mask 255.255.255.0 192.168.2.1
C:> route add 192.168.3.0 mask 255.255.255.0 192.168.2.2
Pada Router B, tambahkan static route :
C:> route add 192.168.2.0 mask 255.255.255.0 192.168.2.2
C:> route add 192.168.1.0 mask 255.255.255.0 192.168.2.1

D.   Kerja Praktek
Routing dengan Default Gateway
Konfigurasi PC Router dengan default gateway ini sangat mudah dapat kita lakukan dengan :
1.    Siapkan komputer yang memiliki 2 buah NIC yang ada di dalamnya dan menggunakan system Operasi Windows 2000 Server atau 2003 server (PC – Multihomed)
2.    Siapkan juga 4 unit komputer sebagai klien dari PC Router (Windows 98, Me, 2000Profesional, atau XP)
3.    Bangun jaringan seperti gambar berikut :


Gambar 5 : Routing dengan Default Gateway
4.    Konfigurasi IP Address masing-masing PC sesuai dengan gambar diatas.
5.    Agar PC yang akan difungsikan sebagai Router, mampu menjalankan service router, aktifkan layanan Routing and Remote Access yang ada pada administration tool pada Windows 2000 server atau Windows 2003 server.

Dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.    Pada Windows 2003 buka Start _ Program _ Administrative Tools _Routing and Remote Access

Gambar 6 : Routing and Remote Access
b.    Klik Next dan pilih “Custom Configuration

Gambar  7: Konfigurasi Routing dan Remote access
c.    Klik next dan ceklist “LAN Routing” terdapat banyak pilihan yang bias kita buat disana. Tapi untuk konfigurasi dasar ini kita akan konsentrasi pada LAN Roouting terlebih dahulu.

d.    Setelah memilih LAN Routing kemudian klik Next, maka layanan Routing and Remote Access sudah tersedia pada PC Router.
e.    Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan layanan “Routing and Remote Access”, dengan cara mengklik kanan Server dan klik “Configure and Enable Routing and Remote Access”
f.     Jika windows Routing sudah aktif, pada label dekat tulisan server akan
berwrna hijau.

Gambar 9 : Routing Aktif
g.    Konfigurasi selesai dan PC Router sudah siap digunakan.

6.    Konfigurasi seluruh Komputer Client sesuai dengan IP Address yang tertera pada gambar desain jaringan diatas.
7.    Konfigurasi selesai, lakukan uji keneksi dengan perintah ping dari setiap host ke host yang lain, buat tabel seperti tabel percobaan berikut :

Router
Destination Network
Netmask
Interface
Next Hop
Describe
A
192.168.1.0
255.255.255.0
Eth0
-
Direct
192.168.2.0
255.255.255.0
Eth1
192.168.3.2
Indirect
192.168.3.0
255.255.255.0
Eth1
-
Direct






B
192.168.1.0
255.255.255.0
Eth1
192.168.3.1
Indirect
192.168.2.0
255.255.255.0
Eth2
-
Direct
192.168.3.0
255.255.255.0
Eth1
-
Direct


E.   Analisa dan Kesimpulan
1)    Dua buah segmen jaringan yang berbeda tidak dapat saling berhubungan satu sama lain dan diperlukan sebuah perangkat router untuk menjembatani antara segmen satu dengan segmen lainnya untuk melewatkan paket data.
2)    Tidak bisa di ping ke Eth1 karena belum ada servis router.

F.    Kesimpulan
1)    Langkah melakukan servis router :
a.    Server manager
b.    Pilih roles, network policy and..
c.    Kemudian konfigurasi :
                                                          i.    ambil start, pilih administrator tools
                                                        ii.    routing and remote access server
                                                       iii.    kemudian klik kanan WING2LHTD29HL
2)    pada router tidak dipasang gateway

Komentar