KONFIGURASI
JARINGAN-SUPERNET
A. TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat memahami fungsi Supernet pada jaringan komputer.
2. Mahasiswa
dapat melakukan konfigurasi netmask untuk membentuk Supernet.
B. ALAT
DAN BAHAN
1.
Personal Computer
2. LAN
Card / NIC
3. Switch
/ Hub
4. Kabel
ethernet Straight / Trought dan Cross Over
C. TEORI
SINGKAT
Untuk beberapa
alasan yang menyangkut pengembangan jaringan lokal yang memiliki keterbatasan
jumlah IP Address, terutama pada kelas C, network administrator biasanya
melakukan supernetting. Esensi dari supernetting adalah memindahkan garis
pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address. Beberapa
bit dari bagian network dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian bit host.
Address beberapa network menurut struktur baku digabung menjadi sebuah
supernetwork. Cara ini menciptakan supernetwork yang merupakan gabungan dari
beberapa network, sehingga menyebabkan jumlah maksimum host yang lebih banyak
dalam network tersebut.
Suatu supernet
didefinisikan dengan mengimplementasikan masking bit (subnet mask) kepada IP
Address. Struktur subnet mask sama dengan struktur IP Address, yakni terdiri
dari 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Bit-bit dari IP Address yang “ditutupi”
(masking) oleh bit-bit subnet mask yang aktif dan bersesuaian akan
diinterpretasikan sebagai network bit. Bit 1 pada subnet mask berarti
mengaktifkan masking ( on ), sedangkan bit 0 tidak aktif ( off ).
Sebagai contoh kasus,
mari kita ambil satu IP Address kelas C dengan nomor 192.168.1.16. Ilustrasinya
dapat dilihat gambar berikut :
Gambar
1.
Dengan aturan standar,
nomor network IP Address ini adala
h 192.168.5 dan nomor host adalah 16. Network
tersebut dapat menampung maksimum lebih dari 254 host yang terhubung langsung.
Misalkan pada
address ini akan akan diimplementasikan subnet mask sebanyak 22 bit
255.255.252.0. (Biner= 11111111.11111111. 11111100.00000000 ).
Perhatikan bahwa pada 22 bit pertama dari subnet mask tersebut bernilai 1,
sedangkan 10 bit berikutnya 0.
Dengan demikian,
22 bit pertama dari suatu IP Address yang dikenakan subnet mask tersebut akan
dianggap sebagai Network bit, sedangkan 10 bit berikutnya dianggap sebagai Host
bit. Bit yang seharusnya merupakan Network Bit pada subnet mask standar (bit
yang dicetak tebal pada gambar) kemudian dijadikan Host Bit, menyebabkan
terjadinya penggabungan beberapa network menjadi supernet. Banyaknya network
yang dapat digabung menjadi supernet dapat dihitung dengan rumus :
2n = 2 2 dimana n adalah
bit yang diubah dari 1 menjadi 0 = 4
Sehingga
rentang alamat supernet yang terbentuk adalah :
192.168.4.0 s.d 192.168.7.255
D. Langkah
Kerja
1. Bentuk
kelompok praktikum menjadi tiga, masing-masing kelompok akan membangun sebuah
segmen jaringan.
2. Siapkan
beberapa buah PC yang sudah terpasang NIC, kabel ethernet straight-trought dan switch/hub.
3. Hubungkan
masing-masing PC ke switch/hub menggunakan kabel ethernet, sng menjadi sehingga
membentuk sebuah segmen jaringan
4. Setiap
segmen network yang dibangun oleh masing-masing kelompok digabung sehingga membentuk
sebuah supernetwork, seperti gambar berikut :
Gambar 2
a. Konfigurasilah
IP Address dan Subnet mask pada masing-masing Host.
b. Lakukanlan
test koneki dari masing-masing host ke host yang lain dengan menggunakan
command Ping, lalu isi tabel berkut :
|
No
|
Uji koneksi jaringan (ping)
|
Respon
|
|
|
dari
|
ke
|
||
|
1.
|
192.168.8.3/24
|
192.168.8.1/24
192.168.7.1/24
192.168.7.2/24
192.168.7.3/24
192.168.6.1/24
192.168.6.2/24
192.168.6.3/24
192.168.5.1/24
192.168.5.2/24
192.168.5.3/24
|
Reply from 192.168.8.1/24
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
|
|
2.
|
192.168.8.3/23
|
192.168.8.1/23
192.168.7.1/23
192.168.7.2/23
192.168.7.3/23
192.168.6.1/23
192.168.6.2/23
192.168.6.3/23
192.168.5.1/23
192.168.5.2/23
192.168.5.3/23
|
Reply from 192.168.8.1/23
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
|
|
3.
|
192.168.8.3/22
|
192.168.8.1/22
192.168.7.1/22
192.168.7.2/22
192.168.7.3/22
192.168.6.1/22
192.168.6.2/22
192.168.6.3/22
192.168.5.1/22
192.168.5.2/22
192.168.5.3/22
|
Reply from 192.168.8.1/22
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
|
|
4.
|
192.168.7.2/21
|
192.168.8.1/21
192.168.7.1/21
192.168.7.2/21
192.168.7.3/21
192.168.6.1/21
192.168.6.2/21
192.168.6.3/21
192.168.5.1/21
192.168.5.2/21
192.168.5.3/21
|
Reply from 192.168.8.1/21
Reply from 192.168.7.1/21
Reply from 192.168.7.2/21
Reply from 192.168.7.3/22
Request time out
Reply from 192.168.6.2/22
Reply from 192.168.6.3/22
Reply from 192.168.5.1/22
Reply from 192.168.5.2/22
Reply from 192.168.5.3/22
|
E. Analisa
1. IP
Address 192.168.8.3/24, konektifitas hanya terjadi di 1 jaringan saja yaitu
hanya di kelompok 4. Kelompok 1, 2, dan 3 berada di jaringan yang berbeda. Hal
ini dikarenakan rentang network pada masing-masing segmen adalah 254 host
dimana dilakukan analisis seperti berikut :
Gambar
3
2. IP
Address 192.168.8.3/23, konektifitas hanya terjadi di 1 jaringan saja yaitu
hanya di kelompok 4. Kelompok 1, 2, dan 3 berada di jaringan yang berbeda. Hal
ini dikarenakan rentang network pada masing-masing segmen adalah 512 host
dimana dilakukan analisis seperti berikut :
Gambar
4
3. IP
Address 192.168.8.3/22, konektifitas hanya terjadi di 1 jaringan saja yaitu
hanya di kelompok 4. Kelompok 1, 2, dan 3 berada di jaringan yang berbeda. Hal
ini dikarenakan rentang network pada masing-masing segmen adalah 1024 host
dimana dilakukan analisis seperti berikut :
Gambar
5
4. IP
Address 192.168.8.3/21, konektifitas hanya terjadi di semua jaringan yaitu,
kelompok 1, 2, 3, dan 4. Namun hanya PC01 (kelompok 3) yang tidak terkoneksi.
Hal ini dikarenakan rentang network pada masing-masing segmen adalah 2048 host
dimana dilakukan analisis seperti berikut :
Gambar
6
Gambar
7
Gambar
8
Gambar
9
Gambar
10
F. Kesimpulan
1.
Supernet adalah sebuah konsep diciptakan dalam menanggapi
kekurangan dari sistem “classful” untuk menangani internet
protocol (IP) addresses didistribusikan ke dalam pools of pre-defined size
yang dikenal sebagai blok.
2.
Pada IP Kelas C garis pemisah antara bagian network dan
bagian host dari suatu IP Address dipisahkan. Beberapa bit dari bagian network
yang dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian bit host. Address beberapa
network menurut struktur baku digabung menjadi sebuah supernetwork. Cara ini
menciptakan supernetwork yang merupakan gabungan dari beberapa network,
sehingga menyebabkan jumlah maksumum host yang lebih banyak dalam network
tersebut.
3. Diketahui IP address
200.100.200.100/21
Gambar
11
Komentar
Posting Komentar